Macam Nacam Pola Bilangan | Pola bilangan merupakan sub bab dari materi barisan bilangan atau bab yang perlu di fahami terlebih dahulu sebelum melanjut pada materi barisan aritmatika dan barisan geometri. Dikutip dari sumbermajalahpendidikan.comPola bilangan juga merupakan materi yang tidak kalah penting untuk dipelajari .
Pola bilangan sendiri memiliki arti suatu susunan bilangan yang memiliki bentuk teratur atau suatu bilangan yang tersusun dari beberapa bilangan lain yang membentuk suatu pola . Dan pola bilanga juga memiliki banyak jenisnya atau macamnya . Pada kesempatan kali ini , kita akan mempelajarinya bersama .
Macam – macam Pola Bilangan
Macam – macam pola bilngan meliputi beberapa jenis berikut ini :
Pola Bilangan Ganjil
Poal bilangan ganjil yaitu pola bilangan yang terbentuk dari bilangan – bilangan ganjil . Sedangkan pengertian dari bilangan ganjil sendiri memiliki arti suatu bilangan asli yang tidak habis dibagi dua ataupun kelipatannya .
pola bilangan ganjil adalah : 1 , 3 , 5 , 7 , 9 , . . . .
Gambar Pola bilangan ganjil :
Rumus Pola Bilangan ganjil
1 , 3 , 5 , 7 , . . . , n , maka rumus pola bilangan ganjil ke n adalah :
Un = 2n – 1
Contoh :
1 , 3 , 5 , 7 , . . . , ke 10
Berapakah pola bilangan ganjil ke 10 ?
Jawab :
Un = 2n – 1
U10 = 2 . 10 – 1
= 20 – 1 = 19
2. Pola Bilangan Genap
pola bilangan genap yaitu pola bilangan yang terbentuk dari bilangan – bilangan genap . Bilangan genap yaitu bilangan asli yaitu bilangan asli yang habis dibagi dua atau kelipatannya .
Pola bilangan genap adalah : 2 , 4 , 6 , 8 , . . .
Gambar pola bilangan genap :
Rumus Pola bilangan genap
2 , 4 , 6 , 8 , . . . . , n maka rumus pola bilangan genap ke n adalah :
Un = 2n
Contoh :
2 , 4 , 6 , 8 , . . . ke 10 .berapakah pola bilangan genap ke 10 ?
jawab :
Un = 2n
U10 = 2 x 10
= 20
3. Pola bilangan Persegi
Pola bilangan persegi , yaitu suatu barisan bilangan yang membentuk suatu pola persegi .
Pola bilangan persegi adalah 1 , 4 , 9 , 16 , 25 , . . .
Gambar Pola bilangan persegi :
Rumus Pola bilangan persegi
1 , 4 , 9 , 16 , 25 , 36 , . . . , n maka rumus untuk mencari pola bilangan persegi ke n adalah :
Un = n2
Contoh :
Dari suatu barisan bilangan 1 , 2 , 9 , 16 , 25 , 36 , . . . ,ke 10 . Berapakah pola bilangan ke 10 dalam pola bilangan persegi ?
Jawab :
Un = n2
U10 = 102 = 100
4. Pola Bilangan Persegi Panjang
Pola bilangan persegi panjang yaitu suatu barisan bilangan yang membentuk pola persegi panjang .
Pola persegi panjang adalah 2 , 6 , 12 , 20 , 30 , . . .
Gambar Pola Bilangan persegi panjang :
Rumus pola bilangan persegi panjang
2 , 6 , 12 , 20 , 30 , . . . n , maka Rumus Pola bilangan Persegi panjang ke n adalah :
Un = n . n + 1
Contoh :
Dari suatu barisan bilangan 2 , 6 , 12 , 20 , 30 , . . . , ke 10 . Berapakah pola bilangan persegi ke 10 ?
Jawab :
Un = n . n+ 1
U10 = 10 . 10 + 1
= 10 . 11
= 110
5. Pola Bilangan Segitiga
Pola bilangan segitiga yaitu suatu barisan bilangan yang membentuk sebuah pola bilangan segitiga .
Pola bilangan segitiga adalah : 1 , 3 , 6 , 10 , 15 , . . .
Gambar Pola bilangan segitiga :
Rumus Pola Bilangan Segitiga :
1 , 3 , 6 , 10 , 15 , 21 , 28 , 36 , . . . , ke n . Maka rumus pola bilangan segitiga ke n adalah :
Un = 1 / 2 n ( n + 1 )
Contoh Soal :
Dari suatu barisan bilangan 1 , 3 , 6 , 10 , 15 , 21 , 28 , 36 , . . . , ke 10 . Berapakah pola bilangan segitiga ke 10 ?
Jawab :
Un = 1/2 n ( n + 1 )
U 10 = 1/2 .10 ( 10 + 1 )
= 5 ( 11 ) = 55
6. Pola Bilangan FIBONACCI
Pola bilangan fibonacci yaitu suatu bilangan yang setiap sukunya merupakan jumlah dari dua suku di depanya .
Pola bilangan fibonacci :
1 , 2 , 3 , 5 , 8 , 13 , 21 , 34 , 56 , . . .
2 , 2 , 4 , 6 , 10 , 16 , 26 , 42 , . . ..
Demikian penjelasan mengenai pola bilangan dalam ilmu matematika . Pada dasarnya , pola bilangan merupakan suatu bentuk barisan bilangan . Apabila kita dalam memperhatikanya tidak terlalu cermat, maka pola yang satu dengan pola bilangan yang lain tidak ada bedanya . Namun , pola bilangan memiliki fungsi yang sangat besar yaitu supaya lebih mudah dalam mengerjakan barisan aritmatika dan geometri . Semoga bermanfaat . . .
Salah satu alat untuk menuntun
wartawan menyusun berita adalah piramida terbalik. Alat itu merupakan
struktur berita yang menempatkan informasi dengan urutan prioritas
paling penting di bagian atas, kemudian disusunan berikutnya dengan
derajat penting yang berbeda-beda.
Apa manfaat menyusun berita dalam bentuk
piramida terbalik? Manfaat utama dari struktur piramida terbalik berkait
dengan space atau ruang dalam halaman yang disediakan untuk memuat
berita. Ketika berita itu terlalu panjang dan tidak cukup untuk dimuat
di halaman yang disediakan, maka editor bisa membuang bagian berita itu
mulai dari paling bawah atau derajat informasi pentingnya yang paling
rendah yang biasanya diletakan di bagian bawah atau akhir berita.
Dalam kondisi ekstrem, ruang atau halaman
yang tersedia untuk berita itu hanya cukup untuk memuat lead atau kepala
berita. Lead berita itu harus tetap layak sebagai sebuah berita yang
memiliki informasi bermanfaat bagi pembaca. Ini bisa dilakukan dengan
mencampur teknik penulisan dengan rumus ajaib 5 W + 1 H. Sehingga berita
yang telah dipotong hingga tersisa hanya lead bisa bermakna bagi
pembaca.
Perhatikan gambar struktur berita berbentuk Piramida Terbalik di bawah ini:
Struktur Berita Piramida Terbalik
Lead / Prioritas Utama Penting
Lead atau kepala berita merupakan
puncaknya. Pada urutan paling puncak yang menempati derajat prioritas
utama pentingnya informasi ini, wartawan harus menuliskan informasi
utama. Setidaknya, pada bagian ini wartawan harus menjawab sebagian
besar unsur 5 W + 1 H. Kenapa begitu? Jika pemotongan berita yang
dilakukan editor karena keterbatasan halaman, berita ini masih memiliki
arti dan layak sebagai sebuah berita.
Neck / Sangat Penting
Neck atau leher berita menempati urutan
sangat penting. Bagian ini disebut neck atau leher karena umumnya
merupakan peralihan alur atau penyambung alur ide berita yang ada pada
bagian lead atau kepala berita untuk dilanjutkan pada gagasan-gagasan
yang tertuang pada bagian berikutnya yang menempati derajat prioritas
lebih rendah.
Body / Penting
Pada bagian body, umumnya merupakan
penjabaran dari gagasan berita yang termaktub dalam lead dan neck.
Penjabaran itu bisa merupakan jawaban why (mengapa) dan how).
Body Lanjutan / Kurang Penting
Di bagian ini, berbagai data yang tidak
terlalu penting ditempatkan. Misalnya daftar nama orang-orang yang
mengalami kecelakaan atau hal-hal lain yang jika dihilangkan oleh editor
tidak terlalu berpengaruh terhadap substansi atau pokok bahasan berita
tersebut.
Nah, pada sesi berikutnya, kita akan menelaah sebuah lead, intro atau kepala berita yang simpel atau ringkas.
JENIS JENIS Manusia Purba di Dunia & Indonesia | Gambar, Penjelasan, Sejarah
By Arvie Mc
Jenis jenis Manusia Purba – Di zaman modern seperti sekarang ini segala sesuatu bisa didapatkan dengan sangat mudah, berbeda dengan zaman dahulu terutama di zaman purba. Ketika di sekolah, kita pasti mendapatkan pelajaran mengenai manusia zaman dulu atau yang biasa disebut dengan nenek moyang kan?
Nah, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai nenek moyang tertua yaitu manusia purba. Berbicara mengenai manusia purba apakah Anda pernah membayangkan bagaimana wujud asli dari manusia purba?
Beberapa peneliti mengatakan bahwa Afrika adalah tempat pertama manusia ditempatkan di bumi. Mungkin pendapat ini sedikit berbeda dengan pendapat yang dinyatakan di dalam Al-quran.
Tetapi meskipun demikian tidak ada salahnya jika kita mengetahui sejarah manusia purba yang telah dicatat oleh filosof terdahulu. Langsung saja, untuk mengetahuinya berikut beberapa jenis manusia purba yang sempat kami rangkum berdasarkan penelitian para filosof.
Manusia purba yang pertama ini adalah manusia yang hidup sekitar 4.4 juta tahun yang lalu. Fosil ini ditemukan di Ethiopia, Afrika bagian Timur. Yang menemukan adalah Yohannes Haile Selassie. Fosil ini ditemukan di tumpukan fosil hewan, artinya mereka hidup dalam sebuah hutan.
Menurut penelitian berat badan manusia purba jenis ini sekitar 50 kg dengan tinggi 120 cm. makanan pokoknya adalah buah-buahan, daun, dan juga mamalia kecil. Sebenarnya bentuk dari jenis ini tidak beda jauh dengan simpanse, terbukti dari otot kakinya yang terlihat besar dan gigi taring nya juga lebih besar daripada kera. Bisa membayangkan kan?
Australopithecus Africanus
Jenis ini ditemukan pada tahun 1924 oleh anak-anak di daerah Taung Afrika Selatan. hidup sekitar 3,3 sampai 2.1 juta tahun yang lalu. Lebih tepatnya manusia purba yang satu ini disebut dengan kera dari Afrika Selatan. meskipun sangat mirip dengan kera, namun setelah 20 tahun penelitian jenis yang satu ini resmi masuk kedalam kategori manusia.
kenapa demikian? Karena secara anatomi jenis ini memiliki kombinasi fisik manusia dan fisik kera. Dan yang paling meyakinkan adalah jenis ini memiliki bagian tulang panggul, tulang paha, tangan, tulang kaki, bahu, yang mengidentifikasikan bahwa sering digunakan untuk berjalan.
Sinanthropus Pekinensis
Jenis yang satu ini berbeda dengan teman yang lainnya. Sinanthropus lebih sering dinamai sebagai manusia Peking Man. Berdasarkan giginya jenis ini dikelompokkan sebagai manusia purba, volume otaknya diperkirakan 1.000 cm3 sampai 1.300 cm3, volume tersebut sama dengan volume otak manusia di zaman sekarang ini.
ciri-ciri dari Sinanthripus Pekinensis adalah memiliki dahi yang kecil, tulang tengkorak tebal, bagian alis matanya juga cukup tebal, dan rahang terlihat lebih besar tanpa adanya dagu.
Homo Rhodesiensis
Diceritakan ketika penambang yang bernama Tom Zwiglaar tahun 1921 sedang mencari bijih besi di sebuah gua ternyata tidak sengaja ia menemukan fosil Homo Rhodesiensis ini. Ciri-ciri yang bisa di ingat diantaranya adalah memiliki bagian punggung alis yang besar dan cukup lebar, hidungnya besar, kening menonjol, dan di bagian belakang tengkorak ada tonjolan. Manusia purba di zaman ini sudah bisa berjalan dengan tegak dan menyerupai manusia pada umumnya.
Homo Cro Magnon
humanorigins.si.edu
Bisa dikatakan bahwa Homo Cro Magnon merupakan manusia tertua di Eropa. Fosilnya berhasil ditemukan pada tahun 1868. Homo Cro Magnin hidup dengan cara berburu dan meramu makanan, mengumpulkan berbagai macam buah-buahan dan akar-akaran, serta menikmati hewan buruan.
Homo Cro Magnon memasuki daerah Eropa setelah mereka tinggal di Timur Tengah, dengan tinggal di sebuah gua dan perkemahan sederhana mereka mempertahankan hidup dengan sangat baik. Jenis ini mampu berkomunikasi dan sudah menguasai beberapa kosa kata, mampu membuat sebuah karya seni seperti lukisan, pakaian, dan lain sebagainya.
Meganthropus Palaeojavanicus
satujam.com
Fosil jenis Meganthropus berhasil ditemukan di sebuah daerah yang bernama Sangiran pada tahun 1936. Penemu manusia purba ini adalah seorang arkeolog yang berasal dari Negara Belanda. Ilmuwan mengatakan bahwa manusia purba jenis ini sudah hidup sekitar satu juta tahun yang lalu.
Pembuktian mengenai fosil ini dengan cara menggunakan teknik peluruhan dengan karbon, dengan demikian ilmuwan bisa memperkirakan mengenai usia dari fosil tersebut.
Adapun cirri-ciri dari jenis Meganthropus Palaeojavanicus ini diantaranya memiliki tulang pipi yang cukup tebal, otot pada bagian rahang terlihat kuat, tidak memiliki dagu, memiliki postur tubuh yang tegap, memiliki tonjolan yang bentuknya cukup tajam, tulang kening bentuknya menonjol, dan mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan, cara hidup mereka juga dengan berkelompok.
Pitecanthropus Erectus
pengertianmenurutparaahli.org
Kalau yang satu ini manusia purba nya berasal dari Indonesia, tepatnya sekitar satu juta tahun yang lalu. Menurut cerita, di Indonesia pada zaman dahulu pernah mengalami bencana alam, dan yang menemukan manusia pertama kali adalah Eungene Dubois yaitu ilmuwan dari Belanda.
Ciri-ciri yang bisa dilihat dari Pitecanthropus ini diantaranya adalah berjalan dengan badan gerak, namun dengan struktur yang hampir sama dengan struktur kera. Otaknya kecil, tingkat kecerdasannya hampir sama dengan hewan tapi instingnya lebih kuat.
Selain itu Pitecanthropus sangat suka mengumpulkan makanan, keprimitifan nya hampir sama dengan kehidupan kera di era modern seperti sekarang ini, manusia ini sangat dielukan oleh para kalangan materialis, tubuh tegak di kala itu termasuk makhluk hidup yang paling besar. Mereka terlihat seperti kera akan tetapi tidak kera.
Pitecanthopus Soloensis
satujam.com
Jenis manusia purba yang satu ini juga berasal dari Indonesia, tepatnya di daerah Ngandong, Solo, Jawa Tengah.
Ciri-ciri dari Pitecanthopus Soloensis ini adalah pada area tengkorak terdapat tonjolan kening tebal, memiliki hidung yang cukup lebar dan tulang pipi yang kokok dan terkesan menonjol, memiliki tinggi sekitar 165 sampai 180 an, merupakan pemakan tumbuhan dan daging, rahang bawahnya cukup kuat, tulang pipinya cukup tebal, tulang belakangnya menonjol, perawakannya tegap dan memiliki otot yang besar.
Sekilas wajah dari manusia purba jenis ini seperti kera, akan tetapi lebih besar dan lebih kuat. Perawakan yang hitam membuat manusia purba asal solo ini terlihat eksotis, nama Soloensis juga diambil dari ia ditemukan yaitu daerah Solo.
Pitecanthropus Mojokertensis
www.learniseasy.com
Seperti namanya, manusia purba yang satu ini ditemukan di daerah Mojokerto. Penemuan fosil manusia purba di mojokerto ini merupakan penemuan terbesar di abad ini. Namun sebelum fosil ditemukan dengan lengkap, beberapa fosil mau tak mau jadi rusak karena proses penggalian, akhirnya detail dari fosil ini tak bisa diteliti dengan sempurna.
Tetapi, meskipun demikian, manusia purba yang satu ini termasuk manusia purba yang dibahas di wawasan sekolah.
Secara umum, Pitecanthropus Mojokertensis memiliki cirri-ciri fisik yang tidak cukup berbeda dengan manusia di zaman modern. Meskipun tidak bisa diulas satu-persatu mengenai cirri-cirinya, tetapi bisa diperkirakan bahwa manusia purba yang satu ini merupakan manusia purba yang unik.
Homo Floresiensis
humanorigins.si.edu
Seperti namanya, manusia purba yang satu ini ditemukan di daerah Flores, Indonesia. pada zaman manusia Purba Homo Floresiensis ditemukan manusia memiliki suatu kesatuan didalam hal bertindak dan menjadi makhluk yang mampu berekonomi. Pada penemuan manusia purba yang satu ini, mereka sudah memiliki kesadaran bahwa di sekitar nya terdapat orang-orang yang hidup, hal inilah yang memicu timbulnya kesamaan ras di dunia.
Penemu manusia purba Homo Floresis ini berasal dari Belanda, ia tak menemukan temuannya dengan namanya sendiri, akan tetapi memakai nama tempat dimana ia menemukan fosil tersebut. Manusia purba Homo Floresis ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Memiliki wajah yang berbentuk besar dan memiliki hidung yang lebar
Memiliki bentuk mulut yang menonjol dibandingkan dengan hidungnya
Memiliki bentuk dahi yang menonjol pula, tetapi tidak semua memiliki dahi menonjol
Fisiknya sudah cukup berbeda dari kera bahkan telah menyerupai bentuk fisik manusia di zaman sekarang
Tidak terlalu tinggi yaitu sekitar 130 cm, tetapi ada pula yang tinggi nya mencapai 210 cm
Berat badannya sekitar 30 sampai 150 kg
Manusia purba jenis ini diperkirakan hidup kurang lebih 40.000 tahun yang lalu.
Homo Wajakensis
satujam.com
Banyak manusia purba yang ditemukan dan diberi nama sesuai dengan nama tempat asalnya ditemukan. Nama Homo Wajakenis juga didapatkan dari Wajak. Beberapa cendiakawan telah melakukan penelitian mengenai pengaruh susunan geografis di Indonesia dan juga iklim maupun keadaan alamnya.
Hal ini memungkinkan bahwa kondisi manusia purba di zaman dulu hampir sama bentuknya dan yang membedakan hanyalah cara mereka untuk berkomunikasi.
Manusia Purba yang ditemukan di daerah Tulungagung Jawa Timur ini merupakan penemuan yang cukup penting dan mengukir sejarah. Karena melalui penemuan ini suatu kepingan puzzle yang telah hilang berhasil bertemu lagi dan membuktikan bahwa terdapat hubungan antara manusia dengan kera. Penemuan ini mampu menghubungkan kembali puzzle yang telah hilang tersebut.
Pernyataan ini hampir sama dengan teori yang dinyatakan oleh Darwin mengenai asal-usul manusia. Hal ini juga menyebabkan beberapa peneliti masih berusaha untuk mencari kesamaan antara manusia dengan kera.
Homo Soloensis
satujam.com
Memiliki ciri-ciri berbadan tegap, berhidung besar, dan mulutnya menonjol adalah ciri-ciri utama dari manusia purba jenis homo Soloensis ini. Meskipun para peneliti tidak memiliki catatan sebanyak catatan ketika meneliti manusia purba yang lain, keberadaan manusia purba jenis ini masih bisa diendus dengan cukup jelas.
Kita perlu tahu bahwa sungai Bengawan Solo adalah jantung dari kehidupan primitis di zaman dulu.
Disana, juga terdapat berbagai penemuan yang mampu mengindikasikan suatu kecenderungan manusia purba itu sangat dekat hubungannya dengan air. Air ternyata memiliki keuntungan yang cukup banyak pada kehidupan di zaman purba, dan penemuan Homo Soloes adalah bukti nyatanya.
Pitecanthropus Robustus
Nah, manusia purba jenis ini adalah manusia purba yang suka makan tumbuhan, terbukti dari bentuk rahangnya yang cukup besar dan kuat. Fungsi utama dari rahang besar yang dimiliki Pitecanthropus Robustus adalah untuk mengunyah makanan seperti tumbuhan agar bisa lebih gampang dan cepat.
Ciri lain dari manusia purba jenis ini adalah kapasitas mulut yang cukup besar, membuktikan akan kapasitas dari dirinya.
Jika pada jenis homo sebelumnya hidupnya tergantung dengan keberadaan sungai, homo yang satu ini sudah tidak terlalu bergantung dengan sungai. Pitecanthropus Robustus membuat sebuah tempat tinggal yang cukup nyaman meskipun tidak dekat dengan sungai.
Pitecanthropus Dubuis
Sebenarnya peneliti masih sedikit meragukan jenis manusia purba yang satu ini, karena fosil nya ditemukan pada daerah Sangiran namun struktur dari tengkorak dan tulang nya tidak mutlak atau tidak lengkap.
Para peneliti asal Belanda menganggap penemuan tersebut sangatlah penting meskipun orang Indonesia menganggap penemuan tersebut merupakan hal yang memaksa dan juga penjajahan hak. Seperti hal nya penjajahan, warga Negara Indonesia juga dipaksa untuk menjadi tenaga penggali penemuan fosil tersebut.
Beberapa warga Indonesia turut menjadi korban yang jatuh di lokasi penggalian. Dengan pengorbanan yang cukup memilukan tersebut, para Arkeolog Belanda berhasil membawa suatu propaganda berupa penemuan fosil dari manusia purba jenis ini.
Mengenai kerja rodi yang diperintahkan para Arkeolog Belanda untuk menemukan fosil ini terdapat lapisan tanah di daerah tersebut, yaitu lapisan Jetis, lapisan Trinil, dan lapisan Ngandong.
Dengan tempat hidup yang sedemikian rupa jenis manusia purba yang satu ini memiliki ciri khusus yaitu fisik badan nya yang kuat dan tegap, cara hidupnya berkelompok dan menetap di sebuah tempat.
Homo Sapiens
www.britannica.com
Seiring berkembangnya zaman, manusia purba semakin mengalami peningkatan. Hal ini terbukti dari manusia purba jenis Homo Sapiens ini, mereka adalah manusia purba yang memiliki otak cerdas, postur tubuhnya tidak jauh beda dengan manusia zaman sekarang, dan sudah pandai dalam berkomunikasi. Untuk mengetahui lebih jelasnya, berikut terdapat beberapa ciri dari manusia purba yang bisa kita pelajari!
Memiliki volume otak yang cukup cerdas yaitu 1000 cc sampai 1200 cc
Otak tengkuk sudah mengalami penyusutan sehingga tidak terlihat menonjol lagi
Tinggi badan nya sekitar 130 sampai 210 cm
Gigi nya sudah tidak terlalu besar seperti manusia purba di abad sebelumnya
Berjalan dengan tegak dan bisa berdiri
Dagu dan tulang bagian rahangnya tidak terlalu kuat
Wajah tidak lagi menonjol ke depan
Manusia purba jenis ini sudah cukup berbeda dibandingkan dengan manusia purba pada abad sebelumnya, mereka sudah memakai akalnya, dan sudah tidak suka lagi berburu hewan liar, tidak lagi senang mengumpulkan makanan dalam jumlah yang banyak.